Kamis, 19 April 2012

SBY Khawatir Perlombaan Senjata di Kawasan ASEAN

Jakarta – Pemerintah tengah melakukan peremajaan alat utama sistem senjata (Alutsista) militer dengan cara mengalokasikan anggaran senilai Rp156 triliun.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, pengadaan alutsista besar-besaran ini tentu menarik perhatian negara-negara sahabat, sehingga perlu adanya penjelasan maksud dan tujuan pemerintah kita ini.
"Saya kira tidak boleh berhenti menjelaslan misalnya menghadapi ancaman yang riil, memang pertahanan kita tidak boleh lemah, tidak boleh jauh tertinggal. Sampaikan pula sudah lama kita tidak melakukan modernisasi alutsista, perlengkapan dan peralatan lain memang tertinggal," kata SBY dalam pembukaan Rapat Kabinet Terbatas di Kantor Presiden, Istana Negara, Jakarta, Kamis (2/2/2012).
Pandangan negara asing terhadap pengadaan alutsista tidak seharusnya tidak dilihat sebagai upaya menakuti negara lain atau unjuk kekuatan militer negara. SBY menginginkan agar peremajaan alutsista tidak menimbulkan dampak perlombaan senjata di kawasan Asia Tenggara.
"Saudara bisa menjelaskan dengan gamblang apakah tidak memicu perlombaan senjata. Jawaban sederhana, kami hanya ingin memiliki apa yang belum kami miliki, karena katakanlah 15-20 tahun pembaruan sistem senjata kita tidak berkembang sebagaimana mestinya," jelas SBY.
Seperti diberitakan, Kementerian Pertahanan berencana membeli sejumlah persenjataan guna memperkuat alutsista. Misalnya tank Leopard dari Belanda, helikopter Apache dan pesawat mata-mata buatan Israel.

diambil dari:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar